Bisnis E-Sport di Indonesia, Untung atau Rugi?

By | September 8, 2019
bisnis esport di indonesia

Belakangan ini Indonesia sedang ramai turnamen e-Sport baik yang resmi dari pemerintah maupun swasta. Lantas apakah bisnis E-Sport menjadi ladang basah atau hanya bisnis sementara waktu saja? Berikut saya ulas bisnis e-Sport ini dari segi pandang saya sendiri.

E-Sport termasuk cabang olahraga baru yang tidak membutuhkan arena yang luas. E-Sport sendiri merupakan perlombaan game / permainan baik itu PC, Console, maupun Mobile yang bisa dimainkan oleh gamer professional. Perlombaan ini memang baru ramai sekitar 8 tahun belakangan ini.

Lomba atau turnamen dalam sebuah game sebenarnya sudah lama ada, namun menjadi perbincangan banyak orang sejak E-Sport masuk ke dalam salah satu cabang olahraga. Salah satu event e-Sport yang cukup menggemparkan dunia adalah The International yang diadakan oleh Valve dengan gamenya yang terkenal yaitu Dota 2. Waktu itu, hadiah turnamen tersebut berjumlah 1 juta dollar dan merupakan prize pool terbesar sepanjang turnamen e-sport. Semenjak saat itu, pamor Dota 2 terus naik dan setiap tahun turnamen The International memiliki prize pool yang semakin besar dan terbesar di turnamen e-sport. Terakhir di tahun 2019 ini yakni pada bulan Agustus, The International 2019 memiliki prize pool terbesar sepanjang sejarah E-Sport yakni mencapai 30 juta dollar. Wow! jumlah yang sangat besar untuk sebuah turnamen e-sport.

Di Indonesia sendiri, turnamen e-sport juga sering diadakan terutama setelah diadakan Asian Games yang bermarkas di Indonesia pada tahun 2018 yang lalu. Sayangnya, e-sport yang dikembangkan di Indonesia lebih berfokus pada mobile games seperti Mobile Legends: Bang-Bang, Arena of Valor, PUBG Mobile, dan game mobile lainnya. Sementara untuk game PC seperti Dota 2, League of Legends, FIFA, dan game PC lainnya kurang mendapatkan porsi yang lebih.

Bisnis dalam e-sport merupakan bisnis yang sangat menjanjikan menurut saya, karena pemerintah juga sudah mulai mendukung generasi muda untuk mengikuti e-sport. Membuat tim e-sport tentunya adalah salah satu cara mengikuti bisnis e-sport. Selain membangun tim e-sport, cara lainnya adalah dengan membuat Event Organizer yang fokus pada lomba / turnamen e-sport.

Tantangan besar dalam bisnis ini adalah bagaimana caranya mencari professional gamer dengan loyalitas yang tinggi serta memiliki attitude yang baik. Selain itu, tantangan lainnya adalah bagaimana menjadikan tim e-sport dapat solid dan dapat memenangkan sebuah turnamen.

Bisnis e-sport di Indonesia memang masih memerlukan perhatian khusus mengingat antusias masyarakat pecinta game yang sangat besar serta potensi pemain yang cukup banyak. Apalagi, pemerintah sudah sangat mendukung turnamen e-sport ini.

Permasalahan dalam Bisnis E-Sport

Salah satu permasalahan terbesar dalam e-sport di Indonesia adalah masih banyak orang tua yang menganggap bahwa bermain game di ponsel atau PC adalah sebuah kesalahan. Banyak orang tua di Indonesia yang belum sadar bahwa anak-anak bila bermain game dengan serius dapat menjadi professional gamer, atau minimal bisa menjadi Youtuber Gamer dengan subscriber yang banyak.

Permasalahan lainnya adalah terkadang player tidak memiliki attitude yang baik sehingga kurang baik untuk sebuah tim e-sport. Selain itu, anak-anak banyak memainkan game baik itu game mobile / PC secara berlebihan sehingga dapat mengganggu pendidikan atau bahkan kesehatan.

Baca juga: Prospek Bisnis Android

Masalah lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana menjaga kebugaran para pemain. Ya, sebuah tim e-sport tentu juga harus memperhatikan kesehatan dan kebugaran para pemainnya. Selain aktifitas latihan dalam sebuah game, ternyata asupan gizi para pemain juga tak kalah penting. Selain itu, olahraga fisik juga dibutuhkan untuk menjaga kebugaran fisik para pemain.

Pilih E-Sport Mobile / PC / Console?

Perlombaan e-sport memang dibagi menjadi beberapa seperti PC, Mobile, dan Console. Membentuk tim e-sport juga harus diperhatikan aspek ini. Apakah tim e-sport tersebut akan fokus di game PC seperti Dota 2, LoL, atau di game mobile seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, AOV dan lainnya. Atau bisa juga keduanya baik game PC maupun Mobile dengan membagi ke divisi PC atau divisi mobile. Apabila memilih membentuk tim e-sport dengan multi platform, maka kita harus bersiap untuk merekrut lebih banyak pemain karena biasanya satu pemain akan lebih fokus pada 1 game.

Membentuk sebuah tim e-sport tentu membutuhkan modal yang cukup banyak serta tenaga dan pikiran. Maka dari itu, kita harus benar-benar memikirkan rencana yang matang sebelum membentuk sebuah tim e-sport. Lalu bagaimana prospek bisnis e-sport di ke depan? Menurut saya pribadi, bisnis ini akan berkembang pesat di masa yang akan datang mengingat perkembangan teknologi semakin pesat di Indonesia. Lalu e-sport apa yang cocok di bentuk di Indonesia? Saya pikir akan lebih cerah bila terjun di mobile game. Kenapa? Karena turnamen mobile game semakin berkembang di Indonesia dengan hadiah yang semakin meningkat setiap waktu. Selain itu, perkembangan teknologi smartphone juga semakin pesat di Indonesia. Mobilitas remaja yang tinggi membuat game mobile lebih sering dimainkan daripada game PC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *